Materi Perkuliahan

Konsep Asuhan Keperawatan: Pengertian, Tujuan, Proses dan Penerapannya

Photo by Viki Mohamad

Asuhan keperawatan adalah serangkaian proses atau interaksi yang terjadi antara perawat dan klien, mulai dari pengkajian sampai evaluasi keperawatan. Tujuannya adalah untuk meningkatkan, mempertahankan, ataupun memulihkan kesehatan klien. Pemberian asuhan keperawatan tidak hanya dilakukan di rumah sakit, tetapi juga di puskesmas, klinik, dan di masyarakat.

Konsep asuhan keperawatan mencakup seluruh proses yang dilalui perawat dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Proses ini dimulai dari pengkajian, penetapan diagnosa dan masalah keperawatan, perencanaan, implementasi, hingga evaluasi keperawatan.

Mari kita bahas lebih rinci mengenai konsep asuhan keperawatan beserta penerapannya.

Pengertian Asuhan Keperawatan

Asuhan keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan profesional yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan yang berbentuk pelayanan bio-psiko-sosial-spiritual yang komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat, baik sakit maupun sehat.

Menurut NANDA (North American Nursing Diagnosis Association) asuhan keperawatan didefinisikan sebagai diagnosis dan treatment/perawatan manusia yang merespon masalah kesehatan aktual atau potensial.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan adalah serangkaian kegiatan atau proses pelayanan profesional yang diberikan oleh perawat terhadap individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik dalam keadaan sakit maupun sehat.

Tujuan Asuhan Keperawatan

Tujuan utama dari asuhan keperawatan adalah untuk membantu klien agar dapat mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Selain itu, tujuan lain dari asuhan keperawatan antara lain:

  • Meningkatkan kualitas hidup klien
  • Menurunkan angka kesakitan dan kematian
  • Menurunkan lama perawatan di rumah sakit
  • Meningkatkan kepuasan klien dan keluarga
  • Mempromosikan kesehatan (preventif)
  • Memulihkan kesehatan (kuratif)
  • Mengurangi ketidakmampuan/kecacatan (rehabilitatif)
  • Memberi kenyamanan (paliatif)

Proses Asuhan Keperawatan

Proses asuhan keperawatan terdiri atas 5 tahap, yaitu:

1. Pengkajian

Pengkajian adalah langkah pertama yang harus dilakukan perawat dalam memberikan asuhan keperawatan. Pengkajian mencakup pengumpulan data yang akurat dan lengkap mengenai kondisi klien. Data yang dikumpulkan antara lain:

  • Identitas klien
  • Keluhan utama
  • Riwayat penyakit saat ini
  • Riwayat penyakit dahulu
  • Riwayat psikososial dan spiritual
  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang (laboratorium, radiologi, dll)

Tujuan pengkajian adalah untuk mendapatkan data dasar agar perawat dapat menentukan diagnose keperawatan dan merencanakan asuhan keperawatan yang tepat.

2. Diagnosa Keperawatan

Diagnosa keperawatan adalah penilaian klinis mengenai respon individu, keluarga atau masyarakat terhadap masalah kesehatan aktual maupun potensial. Diagnosa keperawatan ditentukan berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengkajian.

Beberapa jenis diagnosa keperawatan antara lain:

  • Diagnosa keperawatan aktual, misalnya: ketidakefektifan bersihan jalan nafas
  • Diagnosa keperawatan resiko, misalnya: resiko jatuh
  • Diagnosa keperawatan kesehatan, misalnya: kesiapan meningkatkan pengetahuan

3. Perencanaan

Perencanaan keperawatan adalah menentukan tindakan apa yang akan dilakukan untuk mengatasi masalah dan diagnosa yang telah diidentifikasi. Perencanaan harus spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis dan tepat waktu.

Beberapa komponen dalam perencanaan keperawatan:

  • Tujuan tindakan keperawatan
  • Kriteria hasil yang diharapkan
  • Intervensi keperawatan
  • Implementasi tindakan keperawatan

4. Implementasi

Implementasi adalah pelaksanaan dari rencana asuhan keperawatan yang telah dibuat. Implementasi dilakukan oleh perawat pelaksana sesuai dengan standar asuhan keperawatan. Beberapa contoh implementasi antara lain pemberian obat-obatan, terapi, konseling, pemasangan infus, dan lain-lain.

5. Evaluasi

Evaluasi adalah penilaian efektivitas dari implementasi rencana asuhan keperawatan. Evaluasi mencakup pemantauan kondisi klien dan responnya terhadap intervensi yang telah dilakukan.

Hasil evaluasi digunakan sebagai umpan balik untuk memodifikasi rencana asuhan keperawatan apabila diperlukan. Evaluasi juga penting untuk memantau perkembangan klien menuju tujuan yang diharapkan.

Penerapan Asuhan Keperawatan

Asuhan keperawatan tidak hanya diterapkan di rumah sakit saja, namun juga di berbagai tatanan pelayanan kesehatan seperti puskesmas, klinik kesehatan, hingga di masyarakat.

Beberapa contoh penerapan asuhan keperawatan antara lain:

1. Asuhan Keperawatan di Rumah Sakit

Di rumah sakit, perawat memberikan asuhan keperawatan kepada pasien yang dirawat inap maupun rawat jalan. Perawat melakukan pengkajian, menentukan diagnosa dan masalah keperawatan, merencanakan dan melaksanakan tindakan keperawatan, serta melakukan evaluasi secara rutin.

2. Asuhan Keperawatan di Puskesmas

Perawat puskesmas memberikan asuhan keperawatan pada pasien yang datang berobat ke puskesmas, antara lain pada pasien penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes mellitus. Perawat puskesmas juga melakukan kunjungan rumah untuk pemberian asuhan keperawatan bagi lansia, ibu hamil, dan pasien yang membutuhkan perawatan di rumah.

3. Asuhan Keperawatan di Sekolah

Perawat sekolah memberikan asuhan keperawatan kepada siswa di sekolah, misalnya menangani siswa yang mengalami cedera ringan, sakit kepala, atau gangguan kesehatan lainnya. Perawat sekolah juga memberikan pendidikan kesehatan dan promosi hidup sehat kepada para siswa.

4. Asuhan Keperawatan Komunitas

Perawat komunitas memberikan asuhan keperawatan yang bersifat promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif kepada kelompok masyarakat. Misalnya dengan memberikan penyuluhan mengenai pola hidup sehat, deteksi dini penyakit, manajemen penyakit kronis, hingga rujukan ke pelayanan kesehatan jika diperlukan.

Kesimpulan

Asuhan keperawatan adalah serangkaian proses interaksi antara perawat dan klien yang dimulai dari pengkajian hingga evaluasi keperawatan. Tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan kesehatan klien agar bisa mencapai derajat kesehatan yang optimal.

Konsep asuhan keperawatan terdiri atas 5 tahap, yakni pengkajian, diagnosa keperawatan, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Kelima tahapan ini merupakan suatu sistem yang saling berkaitan dalam memberikan asuhan keperawatan yang paripurna bagi klien.

Penerapan asuhan keperawatan tidak hanya di rumah sakit dan fasilitas kesehatan, namun juga di sekolah dan di masyarakat. Dengan demikian, perawat memiliki peran yang sangat vital dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat.

Comments