Materi Perkuliahan

Sunan Giri - Sang Pembawa Cahaya Ilmu di Tanah Jawa

Sunan Giri dikenal luas sebagai salah satu tokoh penyebar agama Islam di tanah Jawa yang memiliki perhatian besar terhadap ilmu pengetahuan.

Melalui keteladanan dan pengajarannya, beliau ikut andil dalam mendorong perkembangan ilmu dan pendidikan di Nusantara.

Pendahuluan

Sunan Giri atau yang memiliki nama asli Raden Paku, lahir di desa Griyek, Blambangan, Jawa Timur sekitar tahun 1422 Masehi. Blambangan sendiri merupakan wilayah ujung timur pulau Jawa yang masih didominasi oleh kebudayaan Hindu-Buddha ketika Sunan Giri lahir.

Sebagai salah satu anggota Walisongo, Sunan Giri dikenal sebagai tokoh sufistik dan menjadi pusat penyebaran Thariqat Syatariyah di Jawa. Thariqat Syatariyyah sendiri merupakan aliran Tasawuf (mistik Islam) yang menekankan aspek esoteris dan batiniyah dalam beragama.

Selain sebagai penyebar agama Islam, Sunan Giri juga dikenal luas akan perhatiannya yang besar terhadap ilmu pengetahuan. Hal ini tercermin dari sikap dan pengajarannya yang mendorong para santri untuk menjadi cerdas dan rajin menuntut ilmu.

Sikap Positif Sunan Giri terhadap Menuntut Ilmu

Meski terlahir dari keluarga Hindu-Buddha, Sunan Giri justru menjadi sosok yang sangat positif dan toleran terhadap ilmu pengetahuan. Ia dikenal hidup dengan penuh kesederhanaan dan kerap mengajarkan nilai-nilai asketisme atau zuhud kepada para pengikutnya.

Secara spesifik, Sunan Giri kerap menekankan pentingnya melepaskan diri dari sifat serakah dan materialistis. Dengan begitu, para santri bisa fokus menuntut ilmu dan mengembangkan kapasitas spiritual mereka.

Sunan Giri sendiri dikenal sebagai sosok alim yang sangat menghargai ilmu. Ia sering mendorong para santrinya untuk menjadi pribadi yang cerdas, tekun, dan ulet dalam mencari ilmu pengetahuan.

Tak hanya itu, Sunan Giri bahkan rela memberikan berbagai fasilitas bagi santri-santrinya dalam menuntut ilmu agama maupun umum. Ia mendirikan sebuah pesantren besar di Leran, Gresik, Jawa Timur yang menjadi cikal bakal Universitas Giri Kedaton saat ini.

Melalui dedikasinya terhadap pendidikan inilah, Sunan Giri ikut berperan mengubah wajah pulau Jawa dari yang awalnya didominasi Hindu-Buddha menjadi bercorak Islam. Ia pun menjadi salah satu Walisongo yang paling berpengaruh kala itu.

Sikap Toleran Sunan Giri dalam Berdakwah

Selain concern terhadap ilmu pengetahuan, sikap toleran Sunan Giri dalam berdakwah patut diteladani. Sebagai seorang penyebar agama, Sunan Giri dikenal tidak pernah memaksa atau bersikap kasar saat mengajak masyarakat untuk memeluk Islam.

Sebaliknya, Sunan Giri justu selalu bersikap lembut, penuh kesabaran dan toleransi saat berinteraksi dengan masyarakat Jawa kala itu yang masih banyak menganut Hindu-Buddha. Ia mampu berdakwah secara bijaksana dan menyesuaikan pendekatan dengan karakteristik masyarakat setempat.

Konon, toleransi tinggi inilah yang membuat Sunan Giri mampu mengislamkan tanah Jawa Timur hingga sejauh Banyuwangi tanpa ada konflik yang berarti. Ia pun akrab dengan semua lapisan masyarakat tanpa memandang status sosial atau agama.

Sikap toleran Sunan Giri yang terpuji ini semestinya menjadi teladan bagi para da’i (pendakwah) masa kini. Sebagai seorang muslim, kita dituntut untuk menyebarkan Islam secara bijaksana, penuh hikmah dan toleransi agar mendapat ridha dari Allah SWT.

Warisan Sunan Giri bagi Perkembangan Ilmu di Nusantara

Berkat keteladanan dan dedikasinya yang begitu besar terhadap pendidikan, Sunan Giri banyak memberikan sumbangsih bagi perkembangan ilmu pengetahuan di tanah Jawa pada masa itu. Ia bahkan dianggap sebagai cikal bakal tumbuh suburnya pusat-pusat pendidikan Islam di Nusantara.

Salah satu peninggalan terbesar Sunan Giri adalah Pondok Pesantren Giri Kedaton yang ia dirikan di Leran, Gresik. Kompleks pondok pesantren ini kini telah berkembang menjadi Universitas Giri Kedaton yang menjadi salah satu kampus Islam favorit di Indonesia Timur.

Selain itu, putra dan cucu Sunan Giri juga mendirikan pondok pesantren besar lainnya seperti Pondok Pesantren Langitan di Tuban serta Pondok Pesantren Muncar di Banyuwangi. Kedua pondok pesantren ini sampai sekarang masih eksis menjadi pusat pendidikan Islam di Jawa Timur.

Melalui lembaga-lembaga pendidikan yang ia dirikan, Sunan Giri banyak melahirkan ulama dan cendekiawan Muslim yang ikut mengembangkan ilmu pengetahuan dan menyebarkan Islam di Nusantara. Ia pantas mendapat gelar sebagai “Pembawa Cahaya Ilmu” di Tanah Jawa.

Kesimpulan

Sunan Giri patut diakui sebagai salah satu tokoh penyebar Islam sekaligus pembawa cahaya ilmu di Tanah Jawa. Ia dikenal memiliki sikap yang sangat positif dan toleran terhadap ilmu pengetahuan, baik dalam menuntut maupun menyebarkannya.

Melalui pondok pesantren dan lembaga pendidikan yang ia dirikan, Sunan Giri banyak berkontribusi dalam mencerdaskan putra-putri bangsa dan melahirkan ulama serta cendekiawan Muslim yang handal. Sikap dan dedikasinya terhadap ilmu ini sepantasnya menjadi teladan bagi kita semua.

Comments